FSPMI Kabupaten Bekasi gelar aksi massa di depan pintu masuk kantor Pemda.(PALAPAPOS/HAFIZ)

BEKASI - Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) tahun 2021 masih menjadi isue sentral bagi FSPMI Kabupaten Bekasi. Untuk itu, pihaknya kembali menggelar aksi massa di depan kantor Pemda pada Senin (12/4/2021).

Seruan ini didasari atas penetapan kebijakan UMSK yang belum dibahas. Padahal UU Cipta Kerja yang disahkan tahun lalu tetap memberlakukan kebijakan tersebut. Oleh karenanya, FSPMI kembali aksi mempertanyakan kinerja stakeholder.

"Padahal sudah jelas, perihal UMSK sama sekali tidak bertentangan dengan Peraturan Pemerintah 36 Tahun 2021. Jadi, tidak ada lagi alasan pemerintah daerah untuk mengulur waktu lagi," kata Amir Jorlap Aksi..

Ratusan buruh Menyerbu Pemda yang sudah dijaga ketat oleh aparatur kepolisian serta Satpol PP. Dalam tuntutannya, orator aksi menyampaikan tuntutan yang mereka bawa diantaranya terkait ketetapan UMSK tahun 2021, pembayaran penuh THR 2021, dugaan kasus korupsi pada BPJS Ketenagakerjaan, hingga pencabutan UU Cipta Kerja.

"Hari ini adalah wujud dari tidak adanya respon dari pemerintah daerah yang tak memperdulikan aspirasi para buruh. Hal ini sudah tiga bulan sejak pertama kali kita mengirim surat ke Dinas Ketenagakerjaan," ujarnya.

Pasalnya, rencana yang seharusnya sudah ditetapkan pada awal tahun ini nyatanya masih belum ada kepastian untuk dibahas. Kendati demikian, pihak FSPMI dapat bernegosiasi dengan perwakilan Disnaker dan Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi guna mencari solusi.

"Tidak banyak yang disampaikan oleh perwakilan Disnaker menyoal UMSK. Kami harap Dewan Pengupahan beserta instansi terkait supaya merekomendasikan UMSK 2021 dan memfasilitasi kami beserta APINDO terkait perundingan tersebut," Pungkas Amir.(fiz)

Penulis : Hafiz

Editor : Benys

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Petugas Dishub Kota Bekasi Dikeroyok Ormas

BEKASI - Video pengeroyokan yang dialami petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi saat ini beredar di tengah-tengah masyarakat. Dalam video terlihat bahwa pelakunya adalah sekelompok

Ketua PC NU Bekasi: Hukum Seberat- beratnya Guru Ngaji Terduga Pelaku Cabul

BEKASI - Kasus Pencabulan seorang santriwati oleh guru ngajinya yang terjadi di Masjid Al-Hadid, Kampung Cinyosog, Burangkeng, Kabupaten Bekasi pada minggu lalu telah meresahkan masyarakat

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Soroti Sampah

BEKASI – Persoalan sampah liar di wilayah Kabupaten Bekasi yang belum teratasi menjadi perhatian Ketua DPRD Kota Bekasi, Kholik Qodratullah. Pasalnya, keberadaan sampah yang ada saat

FSPMI Kota Bekasi Aksi Solidaritas Palestina

BEKASI - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Bekasi menggeruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi. Masa aksi FSPMI tersebut mendesak para anggota DP

Proyek Pengecatan Gedung DPRD Kota Bekasi Disoal

BEKASI – Proyek pengecatan gedung DPRD Kota Bekasi senilai Rp 194.812.900 mendapat sorotan dari  mahasiswa. Pasalnya, pengerjaan proyek tersebut dianggap mangkrak lantaran tidak

Komisi 1 DPRD Kota Bekasi Bantu Rumah Staf yang Terbakar

BEKASI - Ketua Komisi satu DPRD Kota Bekasi, Abdul Rozak menyambangi rumah staf komisi satu, Ivan Setiawan yang dilahap si jago merah Senin, (17/5/2021).

"Alhamdulilah