Kadis Kesehatan Alexander Gultom saat menyerahkan E-Sertifikat Vaksinasi Covid-19 kepada Bupati Taput Nikson Nababan. PALAPAPOS/Alpon Situmorang

TAPANULI UTARA - Tahap pertama, 1.475 penerima vaksin Covid-19 terdiri dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tenaga kesehatan (Nakes) dan tokoh agama di Kabupaten Tapanuli Utara.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Tapanuli Utara (Taput) Alexander Gultom disela penyuntikan kedua Forkopimda tahap pertama membenarkan data jumlah penerima vaksin. Dari jumlah tersebut, 204 tertunda, dan 290 tidak diberikan dengan alasan belum memenuhi persyaratan.

“Ya benar, suntik vaksin kedua sesuai data tahap pertama Forkopimda,tenaga kesehatan dan toko agama," kata Alexander di rumah dinas Bupati Taput, Jumat (19/2/2021).

Menurut Alexander, ia sudah memperoleh informasi siapa saja boleh dan tidak boleh menerima vaksin.

“Kemenkes kemarin mengeluarkan persyaratan warga tensi mencapai 140 tidak diperbolehkan, sekarang sudah diijinkan.Tensi di atas 180 tidak diperbolehkan," ujarnya.

BACA JUGA: Forkopimda Taput Suntik Vaksin Kedua

Lanjut Kadis, Ibu menyusui sudah bisa divaksin, Ibu kondisi hamil tidak diperbolehkan. Menurutnya, penderita penyakit gula kecuali ada komplikasi penyakit akut dan penderita kanker juga diperbolehkan divaksin.

“Satu lagi, kalau persyaratan awal pasien terkonfirmasi tidak boleh divaksin, sekarang sudah bisa, tapi minimal tiga bulan sejak dinyatakan pasien itu terkonfirmasi," jelasnya.

Alexander menyebutkan, warga yang sudah disuntik kedua kali akan menerima sertifikat vaksinasi Covid-19.

“Pemberitahuan ke nomor handphone beserta barcode, namanya Elektronik Sertifikat. Kita belum mengetahui apakah sertifikat itu bisa menjadi persyaratan bepergian menggunakan pesawat tanpa harus rapid antigen lagi," pungkasnya. (als)