Ilustrasi kegiatan usaha kepariwisataan yang kembali dibuka dimasa perpanjangan Masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru, namun tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan imbauan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi. PALAPAPOS/Reza Aulia

BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat dimasa perpanjangan Masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB), salah satunya dengan membuka kembali tempat wisata di Kota Bekasi, namun tetap menerapkan protokol kesehatan

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi terus melakukan monitoring secara masif kepada pelaku usaha kepariwisataan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan termasuk kepada para pengunjung.

Adapun protokol kesehatan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:
1. Mewajibkan pekerja dan pengunjung menggunakan masker.
2. Melakukan pengecekan  suhu  badan  bagi  seluruh  pekerja  sebelum  mulai bekerja dan pengunjung secara sopan di pintu masuk < 37,3 C dengan menggunakan Thermo Gun.
3. Menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai
4. Menyediakan hand sanitizer dan mudah diakses oleh pekerja dan konsumen/pelaku usaha.
5. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan dapat membuktikan hasil test Covid-19 seluruh karyawan.
6. Melakukan pembersihan dan disinfeksi sebelum beroperasional dan secara berkala di area kerja dan area publik.
7. Memasang media  informasi  untuk  mengingatkan  pekerja,  pelaku  usaha dan pengunjung agar mengikuti ketentuan pembatasan jarak fisik dan mencuci tangan.
8. Melakukan pembatasan jarak fisik minimal 1,2 meter
9. Melakukan upaya untuk meminimalkan kontak dengan pelanggan

Sejumlah tempat wisata alam yang dapat di kunjungi masyarakat di Kota Bekasi:
1. Curug Parigi (Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang)
2. Kampung Budaya Kranggan (Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna)
3. Hutan Bambu Kota Bekasi (Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur)
4. Kampung Bali (Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara) 
5. Situ Rawa Gede (Kelurahan Bojong Menteng,Kecamatan Rawalumbu)

Selanjutnya, Pemkot Bekasi berharap dari keterpurukan secara ekonomi menjadi ketertarikan masyarakat untuk bangkit, dan kesehatan menjadi keharusan juga kesiapsiagaan menjadi kenyamanan, serta dapat meningkatkan perekonomian kemasyarakatan dalam masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru di Kota Bekasi. (rez)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Ketua DPRD Kota Bekasi Bicara Dua Tahun Kepemimpinan Pepen-Tri

BEKASI - Sejak dilantik dua tahun lalu, pasangan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengusung program kerja untuk warga Kota Bekasi yang diterjemahkan d

Peduli Covid-19, Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi Bagikan Sembako dan Masker

BEKASI - Ikut andil dalam melawan Covid-19, Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi Ade Puspita Sari menggelar aksi peduli Covid-19 dengan memberikan sembako bagi warga yang terdampak Covid

SK Dirut PDAM Bhagasasi Bermasalah, Komisi I Bakal Rekomendasikan Langkah Hukum PTUN

BEKASI - Polemik terkait Surat Keputusan (SK) pengangkatan Usep Rahman Salim sebagai Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Bhagasasi membuat Komisi I DPRD Kota Bekasi menggelar rapat kerja deng

Kisruh Gedung Jadi Polemik, Giliran Maryadi Kecam Pernyataan Tamimah

BEKASI – Terkait kisruh gedung Partai Golkar Kota Bekasi hingga menjadi polemik, giliran Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi Maryadi mengecam pernyataan politisi senior Partai G

Dinilai Memperkeruh Suasana, Abdul Manan Sayangkan Pernyataan Tamimah di Media

BEKASI - Politisi senior Partai Golkar Kota Bekasi Abdul Manan menyayangkan pernyataan mantan anggota DPRD Kota Bekasi Tamimah di media dinilai memperkeruh suasana. Abdul Manan juga mengaja

Stadion Patriot Kota Bekasi Mulai Difungsikan Rawat Pasien Covid-19

BEKASI - Rumah Sakit Darurat Stadion Patriot Candrabhaga di Kota Bekasi sejak Rabu (16/9/2020) sudah dapat difungsikan sebagai tempat untuk merawat pasien positif Covid-19.