Tim DLH Kota Bekasi saat mengambil sample air Kali Bekasi. PALAPAPOS/Nuralam

BEKASI - Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menyatakan terjadinya pencemaran air di Kali Bekasi akibat dari hulu aliran air yang bersumber dari wilayah Bogor. Adanya pencemaran dari hulu, maka hilir pun ikut tercemar limbah B3 industri, sehingga air kali di Kota Bekasi berbuih dan berbau tak sedap sejak beberapa hari lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan, air kali yang berbuih dan berbau itu adalah limbah yang mengaliri Kali Bekasi adalah air kiriman dari Bogor.

"Ya itu kiriman dari Bogor, di Kali Cileungsi aja perbatasan Bogor dan Bekasi di pangkalan 5 tepatnya di Curug Parigi busa itu sudah ada, terus mengalir ke hilir hingga ke Kali Bekasi," katanya saat dikonfirmasi.

Yayan menegaskan, tidak ada perusahaan di Kota Bekasi yang membuang limbahnya ke kali. "Saya tahu itu bukan limbah dari perusahaan Kota Bekasi," ucap dia.

Lebih jauh, Yayan mengaku pihaknya sudah menerima laporan kondisi kali Cileungsi yang berbusa dan telah mengecek di wilayah perbatasan Kota Bekasi dengan Bogor.

"Pengontrolan juga sudah kita lakukan, waktu tahun sebelumnya yang juga begitu dan kita melibatkan Kementerian LH juga," tukasnya.

Terpisah, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, tercemarnya Kali Bekasi akibat pembuangan limbah B3 industri yang terjadi di hulu sungai.

"Lagi-lagi pencemaran (limbah industri,red) di hulu sungai yang mesti diperiksa di sepanjang DAS (Daerah Alirasn Sungai)-nya," katanya.

Lebih lanjut, Pepen sapaan akrabnya, juga mengaku sudah menurunkan tim Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi untuk memeriksa asal muasal tercemarnya Kali Bekasi di sepanjang DAS. "Tim sedang turun ya, semoga hasilnya bisa ketahui setelah hasil lab keluar nanti," ungkapnya.

Diketahui, sejumlah tim DLH Kota Bekasi mengambil sample air Kali Bekasi. Hal itu dilakukan guna menemukan jenis limbah yang dibuang ke aliran Kali Bekasi sampai mengeluarkan buih dan bau yang tak sedap. (lam)

Comments

Leave a Comment