Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kota Bekasi, Abdul Rozak. PALAPAPOS/Nuralam

BEKASI - Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kota Bekasi, Abdul Rozak meminta Wali Kota tidak melarang warga luar Kota Bekasi berobat di Kota Bekasi. Ia menilai, pembatasan tersebut bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

"Berobat adalah rasa kemanusiaan. Jangankan hanya beda kota atau kabupaten, beda suku, agama, ras dan kewarganegaraan rumah sakit tidak boleh membatasi pasien berobat," tegas Abdul Rozak menanggapi pelarangan warga Kabupaten Bekasi berobat ke Kota Bekasi, Jumat (20/3/2020).

"Saya harap pak Wali punya jiwa nasionalisme dan rasa kemanusiaan. Tidak ada warga mana pun yang ingin sakit, tapi jangan larang mereka berobat," tegasnya.

Diakuinya, saat ini Kota Bekasi memang tengah mengalami situasi darurat karena banyak warga suspect Covid-19. Namun demikian, alasan tersebut tidak rasional jika membatasi warga Kabupaten Bekasi memeriksakan diri atau berobat ke wilayah Kota Bekasi.

"Saya tanya, bagaimana jika sebaliknya, ada warga Kota Bekasi yang dilarang berobat ke Jakarta atau daerah lainnya karena RS di Kota Bekasi tidak mampu melayani?. Saya kira pernyataan pak Wali berlebihan," ketus politisi yang akrab disapa Bang Jack ini.

Secara histori, sambungnya, Bekasi memiliki sejarah panjang sebelum dimekarkan menjadi dua wilayah administrasi. Sehingga, kata Bang Jack, Wali Kota dapat melihat itu sebagai pertimbangan sebelum mengambil sebuah kebijakan kontroversial.

"Bekasi asal muasalnya sama dan tidak terpisahkan. Jangan karena masalah ini kita menjadi penyelenggara pemerintahan yang kejam dan tidak manusiawi," ujarnya.

Selain itu, Bang Jack juga menyoroti pelarangan Shalat Jumat bagi umat islam di masjid. Menurutnya, jangan hanya masjid yang menjadi sasaran kebijakan, namun juga pusat pelayanan dan pusat keramaian lainnya di ‘lockdown’.

"Harusnya juga ditutup Terminal, Stasiun, Mall, Gedung Pertemuan dan sejenisnya. Kantor harusnya diminta tutup karena sekolah sudah diliburkan, ini kurang efektif hanya anak-anak saja di rumah sementara orang tuanya kerja keluar rumah," papar Bang Jack.

Kebijakan ‘lockdown’ sendiri, merupakan langkah preventif yang perlu diapresiasi. Namun pemerintah harus matang dalam menerapkan kebijakan ini.

"Kita harapkan kebijakan lockdown dengan pertimbangan yang matang. Sehingga tidak berefek buruk ke depannya," tandasnya. (lam)

Baca Juga: MUI Kota Bekasi Minta Warga Hormati Keputusan Pemerintah

Baca Juga: Anggota DPR Dari PDIP Sukur Nababan Kunjungi Pantai Muaragembong

Baca Juga: Cegah Penyebaran Covid 19, THM di Kota Bekasi Diminta Tutup

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Tinjau Curug Parigi, Tri Adhianto Perintahkan Tim Katak dan DLH Bersihkan Curug

BEKASI - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto didampingi Istri meminjau kondisi lokasi wisata Curug Parigi di pangkalan 5, Kecamatan Bantargebang, Rabu (8/7/2020) pagi.

Cu

Dinilai Rugikan Nama Baik Partai, Golkar Kota Bekasi Bakal Laporkan Andi Salim ke Polisi

BEKASI - Kisruh atas kepemilikan gedung DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang diklaim Andy Iswanto Salim berbuntut panjang. Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi Bidang

Cabuti Tanaman di Pedestrian, Satpol PP Kota Bekasi Amankan Pria Gangguan Jiwa

BEKASI - Seorang pria diduga mengalami gangguan jiwa diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi. Pria tersebut tertangkap tangan saat dirinya mencabuti tanaman di pedestri

Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka di Kota Bekasi Masuk Tahap Persiapan

BEKASI – Rencana pembukaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di Kota Bekasi pada 13 Juli 2020 masuk tahap persiapan. Sejumlah sekolah diminta untuk mengikuti protokol keseha

Klaim Gedung Miliknya, Andy Salim Usir Paksa Pengurus dari DPD Partai Golkar Kota Bekasi

BEKASI – Pengusaha Andy Salim didampingi kuasa hukumnya mengusir paksa pengurus DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang sedang beraktivitas dari dalam gedung DPD Partai Golkar di Jalan Ahm

Terjadi Antrean Penumpang, Tri Adhianto Sidak ke Stasiun Bekasi

BEKASI - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyayangkan terjadinya antrean panjang penumpang KRL di Stasiun Bekasi menuju Jakarta pada Senin (6/7/2020). Untuk itu, Tri Adhianto melakukan