Ketua Panitia Pelaksana Amudi Lumbantobing, Staf Ahli Bupati Herli Sinaga foto bersama para peserta pagelaran musik gereja bernuansa etnis tradisional. PALAPA POS/Hengki Tobing

TAPANULI UTARA - Panitia musik gereja bernuansa etnis tradisional menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) terus memberikan dukungan sehingga acara pagelaran musik gereja bernuansa etnis tradisional Ke-X di Sopo Partungkoan,Tarutung, Sabtu (23/11/2019), bisa terselenggara dan berjalan sukses.

Hadir dalam acara itu, Ketua PKK Taput Satika Simamora, Staf Ahli Pemkab Taput Herli Sinaga, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah Pemkab Taput dan warga masyarakat yang menyaksikan pagelaran, serta finalis The Voice Indonesia asal Tarutung Tesa Manalu.

"Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pemkab Taput. Karena sejak pagelaran Ke-3 sampai Ke-10, selalu mendukung dengan menampung bantuan melalui dana hibah dari APBD," kata Ketua Pelaksana Pagelaran, Amudi Lumbantobing dalam sambutannya.

Ia menyampaikan, pagelaran musik gereja bernuansa etnis tradisional bertujuan memotivasi kaula muda untuk mencintai dan melestarikan budaya tradisinya. Sekaligus memberi pemahaman musik gereja itu bukan hanya musik barat. Namun dengan musik tradisi etnis pun seseorang bisa memuji Tuhan. Di sisi lain, pagelaran juga bertujuan untuk memupuk rasa persaudaraan antara etnis berbeda.

"Harapan kami agar di tahun mendatang Pemkab Taput tetap mendukung kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan. Dan Pusat Pengkajian dan Pengembangan Musik Gereja (P3MG) selaku penggagas pagelaran musik gereja bernuansa etnias tradisional, siap untuk bersinergi dengan Pemkab Taput dalam meningkatkan wisata di Taput,” kata Amudi.

Sementara itu, mewakili Bupati Taput Nikson Nababan, Staf Ahli Herli Sinaga mengatakan, Pemkab Taput menyambut baik dilaksanakannya kegiatan pagelaran musik gereja bernuansa etnis tradisional.

Kegiatan itu disebut sebagai upaya untuk mendekatkan diri memuji dan memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus serta mendorong jiwa dan semangat umat Kristiani agar meningkatkan iman dan keyakinannya sesuai dengan ajaran Kristen di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Lebih lanjut, Herli menyampaikan, berhasilnya pembangunan bukan hanya tanggung jawab Pemerintah. Tapi peran serta dan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat. Sehingga hasil pembangunan akan menjadi milik seluruh komponen masyarakat.

Oleh karena itu, katanya, sangat beralasan mengatakan bahwa pembangunan itu memerlukan insan-insan yang mempunyai keimanan yang kokoh, kejujuran dan akhlak baik disamping memiliki ketrampilan kreatifitas dan bertanggung jawab.

"Dalam hubungan inilah, kami melihat betapa peranan dan nilai yang terkandung dalam pelaksanaan pagelaran musik gereja bernuansa etnis tradisional ini sebagai salah satu usaha dalam membangun karakter bangsa khususnya pembangunan mental spritual masyarakat," katanya.

Terakhir, Herli menyampaikan, Pemkab Taput akan terus berupaya untuk mendukung dan memfasilitasi program dan kegiatan yang dilaksanakan kelompok atau elemen masyarakat di Bonapasogit terutama dalam upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan dibarengi iman dan kepercayaan yang kuat serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pusat pengkajian dan pengembangan musik gerejawi selaku penggagas serta semua pihak yang ikut berpartisipasi sehinggga pagelaran musik gereja bernuansa etnis tradisional dapat terselenggara dengan baik," katanya.

Mewakili peserta pagelaran dari papua, Ince Weya menyampaikan, pihaknya merasa senang diundang untuk ikut mengisi acara pagelaran musik gereja bernuansa etnis tradisional.

"Karena acara ini juga sekaligus untuk memupuk persaudaraan dalam rangka mempertahankan keutuhan NKRI," ucapnya.

Dalam acara pagelaran musik gereja bernuansa etnis tradisional itu menampilkan Gemilang Band, etnis India, Cendrawasih voice Papua, etnis Bali dibawakan SMA DEl, Batak Toba, Padua Suara IAKN, padua suara BPKPAD, Trio Cilik Humbahas, etnis Tionghoa dan padua Suara SMA HKBP 2 yang membawakan lagu ibadah. Juga turut tampil finalis The Voice Indonesia asal Tarutung Tesa Manalu. (eki)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Tesa dan Vio 'The Voice Indonesia' Dapat Pelukan Hangat Usai Mendarat Di Silangit

TAPANULI UTARA - Tesalonika Manalu dan Vionita Sihombing 'The Voice Indonesia' mendapat pelukan hangat dari Ketua TP PKK Tapanuli Utara Ny Satika Nikson Nababan boru Simamora, Sabtu

Hari Batik Internasional Diperingati di Kuala Lumpur

KUALA LUMPUR - Ibu-ibu dari komunitas Indonesia dan Malaysia yang tergabung dalam Club Yummy Mommy (CYM) memperingati Hari Batik Internasional di Hotel Eastin Kuala Lumpur, Selasa (1/10/201

Penari 15 Negara Meriahkan Festival Goyang Karawang

KARAWANG - Para penari yang berasal dari 15 negara dan tujuh provinsi mewakili Indonesia akan memeriahkan Festival Goyang Karawang Internasional di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat,

Bekraf Optimistis Perfilman Nasional Semakin Membaik

JAKARTA - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI Triawan Munaf mengatakan bahwa ia optimistis perfilman nasional akan semakin membaik, dari segi kualitas film maupun para sineas di balikn

Hari Batik Nasional 2019 Akan Dirayakan Di Dua Kota

JAKARTA - Hari Batik Nasional 2019 akan dirayakan di dua kota yakni DKI Jakarta pada 24-27 September dan Solo pada 2 Oktober.

"Acara ini merupakan sesuatu yang istim

Pengunjung Festival Kopi Nusantara Sail Nias Membludak

GUNUNGSITOLI - Pengunjung Festival Kopi Nusantara yang digelar di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, dari 11 hingga 14 September 2019 yang merupakan bagian dari Sail Nias 2019 cukup diminat