Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto. PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto optimistis dana repatriasi hasil amnesti pajak tidak akan keluar dari Indonesia karena pemerintah terus menggalakkan iklim investasi lebih baik.

"Berbagai kebijakan, fasilitas percepatan, kemudahan perizinan bahkan pemberian perizinan melalui single submission," kata Hadiyanto ketika hadir dalam Expo Profesi Keuangan 2019 di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Dengan berbagai kebijakan itu, ia optimistis dana repatriasi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp141 triliun yang sudah masuk akan tetap ada dan diinvestasikan di Indonesia.

Ia juga menyebut pemerintah akan tetap memonitor dana repatriasi tersebut. Pemerintah, lanjut dia, tidak ingin berandai-andai bahwa dana repatriasi hasil pengampunan pajak itu lari dari Tanah Air.

"Jadi kami yakin (dana repatriasi) yang sudah masuk akan stay dan berinvestasi terus di Indonesia," ujar dia.

Menurutnya, program amnesti pajak berlangsung mulai 1 Juli 2016 hingga 31 Maret 2017 atau selama sembilan bulan yang terbagi dalam tiga periode. Masing-masing periode dalam program amnesti pajak itu menawarkan tarif tebusan untuk repatriasi maupun deklarasi yang berbeda-beda.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) sebanyak 956.793 wajib pajak mengikuti program tersebut dengan nilai harta deklarasi dalam negeri tercatat Rp 3.676 triliun dan nilai harta deklarasi luar negeri tercatat sebesar Rp1.031 triliun.

Selain itu, komitmen repatriasi pajak tercatat sebesar Rp147 triliun atau sekitar 14,7 persen dari target Rp1.000 triliun. Program itu juga menampung realisasi uang tebusan mencapai Rp129 triliun dari total target penerimaan seluruhnya Rp 165 triliun.

Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 141/PMK.03/2016 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No.16/2016 tentang Pengampunan Pajak.

Pada pasal 13 ayat 2 dalam PMK itu menyebutkan wajib pajak mengalihkan harta tambahan ke Indonesia melalui bank persepsi dan menginvestasikan dalam waktu paling singkat tiga tahun. (red)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Kemenparekraf Gali Potensi Kopi Lokal di Danau Toba

JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyelenggarakan kegiatan penguatan Kekayaan Intelektual (KI) sebagai upaya menggal

Kemenperin Sebut Kopi Alami Hambatan Ekspor di Sejumlah Negara

JAKARTA - Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim menyampaikan bahwa produk kopi olahan asal Indonesia mengalami hambatan ekspor ke sejumlah negara dengan ala

m-sembakolpnu.com, Marketplace yang Sasar Pasar Santri NU di Kota Bekasi

BEKASI – Perkembangan marketplace di Indonesia yang begitu menjanjikan, membuat masyarakat kian mudah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hanya cukup berdiam dan mengaplikasik

Pasca Pengumuman Kabinet, Investasi Asing Rp 12,03 Triliun Masuk RI

JAKARTA - Modal asing atau investasi portofolio yang masuk ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp12,03 triliun dalam sepekan terakhir (week to date) pasca pengumuman Menteri dan Wakil Ment

BRI Salurkan KUR Rp 77,26 Triliun Hingga September 2019

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebanyak Rp77,26 triliun kepada 3,6 juta debitur selama periode Januari hingga September 2019.

Rupiah Menguat Usai Pengumuman Kabinet Indonesia Maju

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (23/10/2019) sore, ditutup menguat usai pengumuman susunan kabinet baru oleh Presiden Joko Widodo yang