Batu Bolon Dusun Situnjul Pardarian, Desa Simamora Siwaluompu, Tarutung punya celah masuk ke dalam mirip sebuah Gua. PALAPA POS/Alpon Situmorang

TAPUT - Batu Bolon yang berada di Dusun Pardarian, Desa Simamora Siwaluompu, Tarutung, Tapanuli Utara, mengundang cerita ternyata sangat menarik untuk dikemas jadi tujuan objek wisata.

Setelah lokasi Batu Bolon tersebut dibersihkan Kades Simamora Rotua Parsaoran Pasaribu dengan menggerakkan Karang Taruna. Ternyata dari bongkahan batu berbentuk padas tersebut ditemukan celah lubang yang di dalamnnya terdapat seperti ‘Kamar’.

Kades Rotua Pasaribu, Rabu (2/10/2019) membenarkan niatannya untuk menjadikan lokasi Tunjul Pardarian sebagai Unit BUMDes wisata.

Namun sebelum kesana, secara perlahan bersama Karang Taruna coba membenahi lokasi Aek Pardarian serta Bongkahan Batu yang berada di pinggir jalan Dusun yang dihuni 26 Kepala Keluarga tersebut.

"Cukup terjal menuju keatas, dan anak muda disini cerita ada celah yang bisa masuk kedalam batu tersebut," ujarnya.

Rotua mengatakan tidak tahu bentuk di dalam seperti apa, namun ada anak muda yang berani masuk kedalam.

“Bahkan Dianya katanya sering kedalam celah batu berbentuk gua didalamnya. Tentunya saya semakin semangat karena potensi Gua batu dan Aek Pardarian bisa kita jadikan BUMDes wisata," tambahnya.

Dan memang sebut Rotua, Batu Bolon itu punya cerita ataupun petuah dari orang tua terdahulu.

"Katanya kalau ingin selamat dan sehat,barang siapa yang baru melintas melewati Batu yang berada dipinggir jalan menuju Dusun wajib menyentuhnya. Dan memang petuah itu dipatuhi orang yang datang ke dusun tersebut," ujar dia.

Rotua berharap cerita dibalik adanya Batu yang ditaksir ratusan tahun usianya mampu menarik wisatawan.

"Kita tinggal mengemas nantinya melalui BUMDes, dan jika ini jalan, ya kita harap bisa didukung APBD," ujarnya.

Sementara itu, Herbet Sinaga salah satu pemuda yang pernah masuk ke celah Batu tersebut menceritakan pengalamannya. "Celah masuk cukup sempit, namun ketika di dalam sangat luas ukurannya sekitar 2×5 meter," ujarnya.

Didalam Gua batu tersebut sangat dingin dan dikatakannya seperti ada celah lainnya yang saling terkoneksi.

“Batu ini sudah lama seperti ini dan tidak pernah jatuh ataupun longsor kebawah. Bahkan alat berat tidak mampu mengungkit batu tersebut ketika hendak diambil," ungkapnya. (als)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Pemerintah Resmi Mulai Proyek Pengembangan 10 Desa Wisata Danau Toba

JAKARTA - Pemerintah secara resmi memulai proyek pengembangan 10 desa wisata di kawasan destinasi pariwisata Danau Toba, Sumatera Utara, secara simbolis ditandai dengan peletakan batu perta

Kaldera Toba Akhirnya Ditetapkan Sebagai UNESCO Global Geopark

JAKARTA - Kaldera Toba akhirnya ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis pada Selasa, 2 Juli 2020.

“Mel

Pelaku Wisata di Taput Diminta Manfaatkan Era Digitalisasi Promosikan Wisata

TAPUT – Pelaku wisata di Tapanuli Utara diminta memanfaatkan era digitalisasi berbagai aplikasi untuk mempromosikan wisata.

Peluang inilah yang harus ditangkap pela

Sekdis Pariwisata: Bupati Taput Dukung Kerjasama Untuk Kemajuan Wisata Danau Toba

TAPUT - Bupati Taput Nikson Nababan akan mendukung kerjasama dengan seluruh pihak dalam memajukan wisata Danau Toba.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pariwisata Kabu

Air Terjun Ponot Desa Pagaran Pisang Disiapkan Jadi BUMDes Wisata

TAPUT - Banyak potensi alam di Kabupaten Tapanuli Utara bisa dieksplor untuk dijual serta dikemas menjadi Ekowisata. Panorama yang masih asri dan belum tersentuh bisa jadi magnet atau tanta

Festival Bahari Raja Ampat Tukar Sampah dengan Koin Emas

WAISAI - Kegiatan Festival Bahari yang diselenggarakan Pemerintah kabupaten Raja Ampat  bersama sejumlah lembaga akan menggelar program menukar sampah dengan koin emas.