Kepala Desa Pagaran Lambung I Raja Manat Hutagalung. PALAPA POS/Hengki Tobing

TAPUT - Warga Desa Pagaran Lambung I, Kecamatan Adian Koting, Tapanuli Utara, meminta pemerintah pusat agar membebaskan lahan mereka yang ada di desa itu dari status sebagai kawasan hutan.

Pasalnya, lahan itu sudah dikuasai dan diusahai oleh masyarakat setempat sejak puluhan hingga ratusan tahun lalu.

Kepala Desa Pagaran Lambung I Raja Manat Hutagalung mengatakan hal itu kepada palapapos, saat ditemui baru-baru ini.

"Dari sekitar 64 Hektare luas wilayah Desa Pagaran Lambung I, sekitar 75 persen diantaranya disebut masuk dalam kawasan hutan sesuai dengan peta pihak Kehutanan. Padahal lahan yang dimasukkan sebagai kawasan hutan itu sudah lama menjadi lokasi pemukiman, diusahai sebagai lahan pertanian dan juga untuk fasilitas umum seperti sekolah dan gereja," katanya.

Ia mengatakan, dengan ditetapkannya wilayah Pagaran Lambung I masuk dalam kawasan hutan tersebut, warga masyarakat pun merasa seperti menumpang di lahan yang telah dikuasai sejak ratusan tahun lalu sejak para leluhurnya. Mereka juga tidak dapat mengurus sertifikat hak milik atas lahan atau tanahnya tersebut.

"Namun dengan adanya program Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA), kami sudah mengusulkan agar lahan yang sudah kami kuasai dan usahai ini agar dapat dibebaskan dari kawasan hutan untuk kemudian dapat kami sertifikatkan sebagai hak milik," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Taput, Budiman Gultom yang juga selaku ketua inventarisasi dan verifikasi percepatan penyelesaian penguasaan tanah dan kawasan hutan di Taput mengatakan bahwa, selain Desa Pagaran Lambung I, masih banyak desa lainnya di Taput yang lahan pemukiman dan pertaniannya masuk dalam kawasan hutan.

Atas hal itu, lanjutnya, Bupati Taput pun telah mengusulkan lahan pemukiman dan pertanian seluas 15.111 hektare yang ada di Taput agar dibebaskan dari status kawasan hutan. Hal itu untuk memberikan kepastian hukum atas lahan yang sudah dikuasai dan diusahai oleh masyarakat.

"Namun untuk menindaklanjuti usulan tersebut kita himbau para kepala desa yang ikut program TORA ini dan dibantu para camat agar segera melengkapi berkas sesui dengan format yang telah kita berikan," katanya. (eki)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Bupati Taput Beri Bantuan Bagi 1.539 Mahasiswa Berkuliah di Luar Daerah

TAPANULI UTARA - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan memberikan bantuan kepada 1.539 mahasiswa yang kuliah di luar daerah tapi tidak pulang kampung selama masa pandemi Co

Sistem Zonasi Bikin Lulusan SMP Batal Melanjut ke SMA, Bupati Taput Minta Gubsu Tambah Rombel

TAPANULI UTARA - Pasca pengumuman PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) online dengan aturan jalur zonasi untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), dikhawatirkan banyak pelajar SMP di

Bupati Taput : Pendistribusian Gas Elpiji Jangan Lewati Batas HET

TAPANULI UTARA - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan menegaskan apabila pendistribusian gas elpiji subsidi di daerah itu belum berlangsung baik, maka pemerintah mela

Dinas PUPR Terjun Bersihkan Tumpukan Sampah Sumbat Irigasi Hasak II Siatas Barita

TAPANULI UTARA – Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas PUPR Pemkab Tapanuli Utara terjun membersihkan sampah membuat sumbat irigasi akibat masih banyak warga kurang sadar akan pentingnya

Bupati Taput Surati Gubsu Agar Pembangunan Bendungan Hasak Prioritas APBD 2021

TAPANULI UTARA – Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan kembali menyurati Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi bermohon agar prioritas APBD 2021 membangun bendungan Hasak untuk menyupl

Ringankan Beban Penderita Kanker Payudara, Ketua YKI Taput Satika Simamora Salurkan Donasi

TAPANULI UTARA - Kondisi penyakit yang dialami Justrina Silalahi (40), warga Desa Silando, Muara, Tapanuli Utara, di media sosial menuai empati. Alhasil, postingan yang bermuatan derit