Jaingin Tambunan (baju hitam tengah) selaku kuasa hukum Asep Abdul Rahman memberikan keterangan kepada media di halaman Polres Metro Bekasi, Senin (13/3/2023). PALAPA POS/ IST

KABUPATEN BEKASI - Oknum penyidik Polres Metro Bekasi dilaporkan ke Propam Polres Metro Bekasi atas dugaan tindakan ketidakprofesionalan dan tindakan kesewenangan- wenangan dalam menangani perkara laporan polisi No. LP/1056/657-SPKT/K/XII/2018/Restro Bks.

Hal ini disampaikan Jaingin Tambunan selaku kuasa hukum Asep Abdul Rahman saat berada di halaman Polres Metro Bekasi, Senin (13/3/23). Dia menceritakan, sebelumnya oknum penyidik sudah pernah menetapkan empat orang tersangka dan memanggil para tersangka secara paksa terkait laporan tersebut.

“Empat orang dilaporkan atas dugaan pemalsuan surat dan atau menempatkan keterangan palsu kedalam akta autentik dan atau mamalsukan akta autentik, sebagaimana diatur dalam pasal 263, 266 dan atau 264 KUHP,”kata Jaingin.

Perkara tersebut kata dia, sudah pernah juga dilimpahkan penyidik ke Kejaksaan Negeri Cikarang. Namun, tanpa menyerahkan para tersangka dan berita acara secara lengkap.

“Saya mencurigai bahwa perbuatan tersebut sengaja dilakukan agar JPU agar tidak bisa melakukan tahap dua,”terangnya.

Menurut Jaingin, para tersangka juga pernah mendatangi kliennya dan memohon, agar laporan polisi jangan terus menerus didesak untuk ditindak lanjuti.

Alasannya, kata dia, para tersangka tersebut bersedia membeli tanah warisan korban secara bertahap selama dua tahun.

“Saat itu kami setuju membuat dan menandatangani perjanjian damai sekaligus jual beli bertahap atas tanah seluas + 44.306 M2 keseluruhan dalam satu hamparan di Desa Muktiwari dan Kertamukti, Kecamatan Cibitung pada tanggal 22 Juni 2020, tanpa mencabut laporannya,”jelas dia.

“Awalnya para tersangka telah membayar dengan cara mencicil harga jual beli tanah dengan korban sebesar lima puluh persen yang lebih kurang Rp5 miliar,”ungkap Jaingin.

Namun, dirinya mengaku kaget ketika mendapatkan laporan bahwa pada bulan Februari 2023 tiba-tiba kliennya menerima surat pemberitahuan dari Unit II Harda Satuan Sat. Reskrim Polres Metro Bekasi bahwa laporan tersebut dihentikan karena tidak cukup bukti.

“Anehnya lagi, klien kami dilaporkan oleh tersangka dengan objek yang sama,”ucapnya.

Atas hal itu, timnya kembali melaporkan keempat pelaku yang sebelumnya kasusnya sempat dihentikan oleh penyidik unit Harda Polres Metro Bekasi.

“Kami memohon kepada Bapak Kapolri agar melihat kinerja jajarannya. Kami melapor yang awalnya tentang dugaan surat AJB palsu atau memberikan keterangan palsu ke dalam akta otentik, malah klien kami dilaporkan balik,”terangnya. (red)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Polemik Jersey Nomor Punggung 2, Camat Bantargebang Sebut Jersey Dibagikan Oleh Koordinator Camat

KOTA BEKASI - Terkait polemik pamer jersey nomor 2, Camat Bantargebang, Cecep Miftah Farid menyangkal adanya keterlibatan dari panitia, namun kaos sepakbola t

ASN Pamer Jersey, BJB : Hanya Support, Kami Terima Jersey Dari Panitia

KOTA BEKASI - Terkait dugaan netralitas ASN  Pemerintah Kota Bekasi pamer jersey nomor punggung 2, Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) setempat melakukan pemeriksaan kurang

ASN Pamer Jersey No 2 dan BJB Akan Dipanggil Bawaslu Pekan Ini

KOTA BEKASI - Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Kota Bekasi, Muhammad Sodikin menjelaskan  pihaknya akan melakukan pe

Melanggar Kode Etik, Anwar Usman Diberhentikan Sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi

JAKARTA - Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) secara resmi berhentikan Anwar Usman dari jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) lantaran terbukti melanggar ko

Permohon PSI Uji Materii Batas Usia Capres- Cawapres Ditolak MK

JAKARTA  - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi Pasal 169 huruf (q) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) mengenai batas u

Akun Tiktok @Kebobrokankalian Resmi Diadukan Ke Bareskrim

JAKARTA - Nanang Qosim anggota Masyarakat berasal dari Tangerang mendatangi Bareskrim Mabes Polri Jakarta untuk membuat Laporan Polisi (LP) akun tiktok @Kebobrokankalian.