' /> PALAPAPOS | Menumbuhkan Harapan

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Kustanto.(PALAPAPOS/ Hafiz)

BEKASI – Masalah dugaan korupsi beras Bansos (Bantuan Sosial) yang terus menggelinding di masyarakat ditanggapi oleh Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, dan menyatakan kesiapan pihaknya memberikan keterangan ke pihak Kepolisan apabila dibutuhkan.

Sekretaris Dinsos Kabupaten Bekasi, Kustanto menjelaskan, kualitas beras bansos yang dikeluhkan warga itu berasal dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementerian Sosial RI, Selasa (8/6/2021).

“Benar, itu dari program BPNT Kemensos. Tapi, mestinya perlu diketahui pula bagaimana alur pendistribusiannya,”kata dia.

Menurutnya, alur distribusi beras bantuan sosial program BPNT di Kabupaten Bekasi dilakukan oleh Kementerian Sosial dengan cara menyalurkan dana bantuan melalui Bank Negara Indonesia (BNI).

“Pihak bank kemudian melakukan transfer ke nomor rekening masing-masing keluarga penerima manfaat BPNT. Setelah ditransfer, penerima manfaat ini membelanjakannya di warung yang diberi nama Elektronik Warung Gotong-royong (E-Warung) yang telah ditunjuk pihak Bank,”jelas Kustanto.

Kustanto juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan di lapangan dengan Kementerian Sosial RI guna menindaklanjuti keluhan warga.

“Dari pengecekan kami, ada satu warga mengeluhkan kualitas bantuan tersebut. Semestinya warga yang merasa kualitas berasnya jelek untuk segera kembalikan ke E-Warung. E-Warung siap menggganti kalau ada kebutuhan pokok yang rusak atau tidak memenuhi kualitas,”ujarnya.

Namun begitu, Kustanto menyatakan keisapannya untuk dimintai keterangan oleh kepolisian terkait beras bantuan sosial yang dikeluhkan warga.

Penulis : Hafiz

Editor : Benys

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Akhirnya, Pansel Umumkan Tiga Nama Calon Sekda Kabupaten Bekasi

BEKASI – Panitia seleksi (Pansel) aakhirnya umumkan tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) setelah sebelumnya sempat tertunda.

Yerry Yanuar panitia seleksi mengata

Pemkab Bekasi Kembali Refocusing Anggaran 158 Milyar

BEKASI - Refocusing anggaran kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 158 miliar. Jumat, (25/6/2021).

Menurut Kepala Bida

Sekolah Tatap Muka di Kabupaten Bekasi Ditunda

BEKASI – Wabah Covid-19 yang belum mereda membuat Pemkab Bekasi memutuskan program Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tertunda yang sebelumnya direncanakan Juli 2021, dengan alas

Kadisdukcapil: Soal Apartemen, Kita Hanya Supporting

BEKASI- Kepala Disdukcapil Kota Bekasi Taufiq Hidayat mengakui, pihaknya hanya sebagai supporting System perapihan data kependudukan.

Hal itu disampaikan menggapi adanya d

BP Jamsostek Bersama Pemkab Bekasi Optimalkan Inpres No 2 Tahun 2021

BEKASI – Badan Penyelenggara (BP) Jamsostek Cabang Bekasi-Cikarang lakukan rapat koordinasi dengan Pemkab Bekasi,  agenda membahas realisasi dan percepatan implementasi Inst

Disperkimtan: Revitalisasi Alun-alun Kota Bekasi Tahap Pelaksanaan

BEKASI-Alun-alun Kota Bekasi di Jalan Veteran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi  direvitalisasi. Ssat ini masuk tahap pelaksanaan, dan Proyek revitalisasi dit