' /> PALAPAPOS | Menumbuhkan Harapan

Sejumlah pengamat soroti dua nama yang kabarnya sudah diputuskan (Dari kiri: Herry Mendrofa, Aang Jasmani, dan Bob).

BEKASI – Kontestasi lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) semakin memanas. Beredar kabar bahwa dari tujuh nama kini sudah mengkerucut menjadi dua nama di gadang-gadang yang melenggang hingga tes akhir. Hal ini menjadi sorotan para tokoh dan pengamat politik, Selasa (8/6/2021).

Pengamat Politik dari CISA (Center for Indonesia Strategic Actions), Herry Mendrofa mengatakan, sosok sekda yang dibutuhkan oleh Pemkab saat ini ialah figur yang mampu memecahkan masalah di dalam tubuh Kab Bekasi, yakni pelayanan publik dan tata birokrasi.

“Hasil Survei CISA memantau salah satu aspek yang perlu ditingkatkan oleh Pemkab Bekasi yakni pelayanan publik dan penataan birokrasi yang efektif dan efisien. Artinya Sekda mendatang adalah sosok yang mampu mengoptimalkan sektor tersebut,”kata Herry.

Sementara itu, Bendahara Umum (Pemuda Demokrat Indonesia) PDI Kab Bekasi, Aang Jasmani menyoroti beberapa calon yang semestinya menyelesaikan masalah pada masing-masing bidang terlebih dahulu. Beberapa yang disorotinya yakni Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA).

”Misalnya, persoalan pada bidang pendidikan terkait guru honorer. Lalu pada Bidang BAPPEDA belum maksimalnya pengelolaan CSR, kontribusi perusahaan masih dikisaran 10%. Sementara itu di Bidang Lingkungan hidup terkait mencuatnya persoalan pencemaran lingkungan salah satu perusahaan di
Kabupaten Bekasi,”jelas dia.

Namun, menurut Dewan Pendiri LSM Jeko (Jendela Komunikasi) yang akrab disapa Bob mengatakan, di dalam Peraturan Pemerintah (PP) yakni PP Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, tidak ditemukan dalam Pengumuman Pansel Nomor 800/01-Pansel.JPTPS/2021 tanggal 06 Mei 2021. Hal itu malah diganti dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN RB) Nomor 15 Tahun 2019.

“Pasal 107. Hurup C. Angka (3) PP tersebut menegaskan bahwa untuk menduduki JPT Pratama, seorang PNS harus memiliki pengalaman jabatan terkait paling singkat selama 5 (lima) tahun. Jika hal itu diterapkan, maka
jumlah peserta bakal calon JPT Pratama (Sekda) Pemkab Bekasi itu sangat minim,”ungkap Bob.

Ia menambahkan, ketujuh calon sekda tersebut sudah ia coba buat analisa berdasarkan PP tersebut.

“Yana Suyatna, diangkat jadi PNS pada tahun 1986. Sedangkan usia sekarang ini 56 tahun, artinya 4 tahun lagi pensiun. Selanjutnya, Sutiares Mulyawan, diangkat jadi PNS pada tahun 1986. Sedangkan usia sekarang ini 55 tahun. Artinya, 5 tahun lagi pensiun,”katanya lagi.

“Sedangkan, Encep Supriatin Jaya, diangkat jadi PNS tahun 1991. Adapun usia sekarang ini 55 tahun, artinya 5 tahun lagi pensiun. Kemudian, Carwinda, diangkat jadi PNS pada tahun1987 dan usia sekarang ini 54 tahun, artinya 6 tahun lagi pensiun,”sambung dia.

Begitupun dengan Ida Farida, lanjut Bob, Ida diangkat jadi PNS pada tahun 1988 dan usia sekarang ini 54 tahun, artinya 6 tahun lagi pensiun. Adapun, Dedi Supriyadi, diangkat jadi PNS pada tahun 1990 dan usia sekarang ini 50 tahun, artinya 10 tahun lagi pension.

“Terakhir, Peno Suyatno diangkat jadi PNS pada tahun 2003 dan usia sekarang ini 47 tahun, artinya 13 tahun lagi pensiun,”bebernya.

Sebagai informasi, wawancara terakhir akan dilaksanakan pada 14 Juni. Proses seleksi final tersebut kemudian akan diumumkan hasilnya pada 16 Juni 2021 mendatang.

Penulis : Hafiz

Editor : Benys

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Akhirnya, Pansel Umumkan Tiga Nama Calon Sekda Kabupaten Bekasi

BEKASI – Panitia seleksi (Pansel) aakhirnya umumkan tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) setelah sebelumnya sempat tertunda.

Yerry Yanuar panitia seleksi mengata

Pemkab Bekasi Kembali Refocusing Anggaran 158 Milyar

BEKASI - Refocusing anggaran kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 158 miliar. Jumat, (25/6/2021).

Menurut Kepala Bida

Sekolah Tatap Muka di Kabupaten Bekasi Ditunda

BEKASI – Wabah Covid-19 yang belum mereda membuat Pemkab Bekasi memutuskan program Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tertunda yang sebelumnya direncanakan Juli 2021, dengan alas

Kadisdukcapil: Soal Apartemen, Kita Hanya Supporting

BEKASI- Kepala Disdukcapil Kota Bekasi Taufiq Hidayat mengakui, pihaknya hanya sebagai supporting System perapihan data kependudukan.

Hal itu disampaikan menggapi adanya d

BP Jamsostek Bersama Pemkab Bekasi Optimalkan Inpres No 2 Tahun 2021

BEKASI – Badan Penyelenggara (BP) Jamsostek Cabang Bekasi-Cikarang lakukan rapat koordinasi dengan Pemkab Bekasi,  agenda membahas realisasi dan percepatan implementasi Inst

Disperkimtan: Revitalisasi Alun-alun Kota Bekasi Tahap Pelaksanaan

BEKASI-Alun-alun Kota Bekasi di Jalan Veteran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi  direvitalisasi. Ssat ini masuk tahap pelaksanaan, dan Proyek revitalisasi dit